Monday, November 19, 2012

Literario : " Tentang Rasaku "


Tentu saja aku tak ingin hidup seperti ini,
Hidup dengan segala rasa menghimpit sesak didada,
Rasa yang telah aku lupa bagaimana rasa sakitnya,

Andaikan kalian semua tahu,
Telah lama tentunya aku ingin lepas dari semua ini,
Lepas dari segala pengekangan yang awalnya aku bangun dengan tanganku sendiri,

Aku mengira semua ini akan baik-baik saja,
Sampai suatu ketika aku merasa benar-benar kehilangan kendali atas kehidupanku,
Kendali untuk tiap jengkal langkah kakiku,

Mungkin kalian ingin tahu,
Mengapa aku memilih jalan ini sebagai pelengkap hidupku,
Aku hanya ingin semuanya lebih baik untukku,
Ya hanya sebatas itu alasan yang bisa aku berikan sebagai pembelaanku,

Aku ingin bebas teman,
Sungguh…
Apakah tak satupun dari kalian yang bisa mengerti hal itu,

Aku ingin menjerit,
Tapi suara itu hanya akan berakhir dikehampaan,
Aku ingin menangis,
Tapi air mata itu telah kering sebelum dia mengalir,
Aku ingin berontak,
Tapi tenagaku hanya akan menyisakan ketidakberdayaan,
Aku ingin marah,
Tapi amarah itu tak bisa meluap karena dia mereda sebelum sampai  pucaknya,

Dan, sampai saat ini aku sudah lupa,
Lupa bagaimana cara untuk menjerit, menangis, berontak dan marah.
Ya, aku telah lupa…

Literario : "Hiprokit dan Kehidupan"


Kata hipokrit menurut KBBI adalah sebuah kata yang mempunyai arti :
     “munafik; orang yang suka berpura-pura”
Dan menurut kamus kehidupan, hipokrit adalah sebuah kata yang sangat tepat untuk menggambarkan karakter atau sebuah sikap yang diambil oleh sebagian orang dalam menjalani kehidupan mereka.Apakah sikap ini diambil oleh semua orang? Tentu saja jawabannya adalah TIDAK.
Diatas penulis telah menyebutkan bahwa sikap ini dimiliki oleh sebagian orang, perlu kita ‘garis bawahi’ yaitu sebagian orang.Siapakah sebagian orang ini..??? Orang-orang ini adalah mereka yang tidak mempunyai pendirian dalam kehidupan.Mereka adalah para parasit yang tidak mempunyai prinsip dalam hidup mereka.Kelompok orang yang biasanya menjadi pihak yang tidak mempunyai pilihan.Serta, jenis manusia yang selalu menuruti kehendak orang lain untuk bertahan hidup.
Lantas mengapa mereka memilih untuk bersikap seperti itu..??
Penulis tidak tahu pasti mengapa mereka memilih jalan sebagai kaum hipokritis.Tetapi, mungkin saja hal ini tidak terlepas dari tuntutan hidup yang kian hari semakin banyak.Dan, mereka tahu pasti mereka tidak mampu (read : tidak mau berjuang lebih) untuk tetap menjalani dan memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang benar menurut prinsip kehidupan yang pada mestinya kita pilih.Maka, karena hal inilah mereka lebih memilih menjadi parasit, sehingga mereka tetap bisa hidup karena bergantung pada inang mereka.
Menurut penulis, orang-orang ini adalah mereka yang selalu memilih area ‘aman’ dalam sebuah kejadian perkara.Mereka mau saja menjual kebenaran kalau hal itu memang bisa membuat mereka untuk bertahan hidup.Dan, mereka adalah orang yang selalu meng’IYA’kan lawan bicara mereka agar bisa diterima dalam lingkungan, dan tentu saja lingkungan yang penulis maksud adalah lingkungan yang menguntungkan mereka.
Dan, bagaimana seharusnya sikap kita terhadap mereka?
Kita haruslah mengasihani mereka, karena selama hidup mereka akan berada didalam bayang-bayang orang lain.Mereka tidak pernah menjadi diri sendiri, dan apabila kita membiarkan mereka menjalani kehidupan mereka seperti itu terus, maka mereka akan berubah menjadi orang lain yang melalui hari tak lebih seperti robot yang selalu dibawah kendali sang pemiliknya.
So, kenapa kita harus dikendalikan orang lain apabila kehidupan ini memang diciptakan untuk kita lalui sendiri.
Disini penulis tidak mempunyai saran yang tepat untuk menolong mereka, karena selama ini pun kehidupan penulis juga dipenuhi dan dikelilingi oleh orang-orang seperti itu.Dan, sejauh ini penulis hanya bisa diam, tanpa bersikap ataupun bertindak apapun,karena apa yang mereka jalani sekarang adalah pilihan mereka, dan tentu saja sebelum memilih mereka sudah memikirkan hal ini.
Penulis hanya bisa menyarankan kepada para readers agar tidak memilih untuk menjadi anggota kaum hipokritis.Kalaupun readers memilih untuk menjadi bagian dalam hal ini, maka sebaiknya readers telah memikirkan hal ini dengan sebaik-baiknya.
Sekali lagi penulis tekankan : “Kalau hidup ini memang diciptakan untuk kita, kenapa kita harus dibawah kendali orang lain”.

Bukalah rantai ini
Karena telah sekian lama aku terbelit olehnya
Sehingga aku bisa kembali bernapas seperti apa adanya aku